Showing posts with label Tadkeerah. Show all posts
Showing posts with label Tadkeerah. Show all posts

Sunday, July 19, 2009

Hatiku oh hatiku~

بسم الله الرحمن الرحيم



Saya ada sebuah cawan yang transperant. Dan cawan ini saya gunakan untuk minum air. Air yang saya selalu tuangkan pula, datangnya dari bermacam-macam jenis air. Air Sirap, milo, kopi ais, tembikai, jus oren, ice blended choco dan macam-macam lagi yang menggiurkan mulut. Fuh~

Dan setiap kali saya minum air, saya tak pernah-pernah basuh cawan tuh. Lepas dah habis minum milo, letak tepi jap, kemudian buat la perkara seharian dan bila tiba masa saya nak minum air, saya terus je tuang dengan air oren. Dan begitulah seterusnya apa yang berlaku. dengan bermacam-macam jenis air. Tak lama selepas itu, saya terkena penyakit. Aduh~ peritnya perutku ini. Masuk hospital, doktor pun cakap saya terkena keracunan minuman. Huh??

Bila di flashback kembali, baru saya sedar punca dia kat mana. Cawan yang saya gunakan itu tidak pernah saya basuh. Dan as masa berlalu, cawan yang saya gunakan itu berkulat dan berbakteria (eeeee~ geli!!). So, paham-paham la. Kalau tak basuh, minum, kuman masuk perut, sakit, masuk hospital. Habis cerita.

So, apa kaitannya dengan tajuk? Apa kaitan pulak dengan hati? hmm...

Sahabatku yang dirahmati,
hati ini merupakan satu element yang sangat penting dalam kehidupan kita. Bahkan Rasulullah SAW pernah mengatakan tentang kepentingan hati dalam mencorak bentuk kehidupan kita.
"...Ketahuilah bahawa dalam setiap jasad itu ada seketul daging yang apabila ia baik maka baiklah seluruh jasad dan apabila ia rosak, maka rosaklah seluruh jasad. Ketahuilah ia adalah hati." (Hadith 6, Imam An-Nawawi)
So, macam manakah caranya nak pelihara hati ini? Macam mana caranya nak membuatkan hati ini sentiasa bersih dan suci daripada kuman-kuman yang melekat akibat perbuatan seharian kita?

Kalau cawan yang sudah dipakai, pasti akan di basuh dengan air sabun, kalau hati pula bagaimana? Dalam seharian kita gunakan hati ini untuk beramal dan berkerja, sudah pasti dosa-dosa kecil akan sentiasa 'terbuat'. So, macam mana nak menyucikan diri daripada dosa-dosa ini?

Rasulullah SAW bersabda,
"Sesungguhnya hati-hati akan berkarat seperti berkaratnya besi. Sahabat-sahabat bertanya bagaimana untuk mensucikannya, ya Rasulullah? Baginda menjawab, dengan membaca Al-Quran dan mengingati mati." - Hadith
Ya sahabatku, Al-Quranlah yang menjadi penyuci dan penyembuh hati yang mati. Ia berperanan menjadi air sabun untuk menyucikan kotoran-kotoran yang melekat pada cawan hati agar ia kembali bersih dan bercahaya. Bahkan ia memberikan kekuatan kepada mereka-mereka yang sering membasahkan lidah dan hatinya dengan kalam Allah yang begitu indah.

Dan bukankah Al-Quran itu menjadi panduan kehidupan kita? Tapi kenapa masih ramai yang meraguinya sedangkan Allah berfirman :
"Inilah al-Kitab (al-Quran) yang tiada sebarang syak padanya, ia pula menjadi petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa." [Al-Baqarah : 2]
Mungkinkah ia kerana hati yang gelap penuh dengan dosa itu menjadi penghalang kepada kita untuk mencintai dan mendekati Al-Quran? Kalau di bandingkan dengan cawan yang kotor itu, macam mana kita nak tuangkan air yang bersih lagi lazat ke dalam cawan yang kotor itu? Adakah kita akan lalu untuk tuang bahkan minum air daripada bekas yang tidak bersih? Sudah tentu tidak ya sahabatku. Sudah tentu tidak.

Sebagai pengakhiran kepada bicara saya kali ini, ingin sekali saya bawak satu hadith Rasulullah SAW yang cukup indah :
"Sebaik-baik daripada kamu adalah yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya." -Hadith-



Sahabatku,
moga-moga kita menjadi antara orang-orang yang terbaik seperti yang Rasulullah SAW sebutkan dan juga kita sentiasa menyucikan hati kita ini dengan Al-Quran agar cahaya Allah akan sampai ke hati kita. Insya Allah.

Wallahu'alam

Originated from ~Ku Seorang Pengembara~

Thursday, July 09, 2009

A house named Palestine~

بسم الله الرحمن الرحيم



You know, I got a story to tell. It’s simple, and you can learn a lot from it.

One day, there was this man. He’s young, strong, hardworking, brilliant and humble. He had a dream. One day, if he had enough money, he wanted to buy a house for himself. Then, from this house, he wanted to bring his family in and lived with them there. He also wanted to get married and also live a life there with his beloved wife.

As time passes by, with his effort, he managed to earn quite a sum of money. There he decided that it is better off to build his own and desirable house, and yes, he did build his own house.

Through his determination and hardworking, his house was completed. It was beautiful. Really awesome. He really felt satisfied with his work. The first dream came through. After doing some finishing touches, he brought is family in and also got married. There, he lived happily with his family also he felt satisfied with all his efforts. He enjoyed his life a lot. Having a great life with his family and also neighbours, all whom he sought of as brothers and sisters. They really helped each other in a daily life. Living peacefully together. That’s how happy he was at that time.

As he was enjoying the peaceful life he dreamed of, suddenly one day, a group of strangers came to his house and raided everything. They threw the man, alongside with his family outside of the house also they confiscated every valuable thing from the family including his beautiful house.

After throwing everyone out, these strangers came out and stood stubbornly in front of them. With no hesitations, with words full of evil marks, they proclaim that everything in, out also the house itself, from that day will belong to them. If there were to be any actions to take back the proclaim house from the strangers, the will use violence against the man and his family.

Feeling really tensed, angry, humiliated for the doings of the strangers, the man, with no hesitation, stood up and fought back. But due to the lack of strength and of course, he was outnumbered; he failed to retrieve back his belongings; the house and everything. Well, of course when someone is been bullied and then been beaten again though he tried as much as he could, he would just be a laughing stock for the bullies. The strangers laughed out loud when humiliating the man and his family. Some of his family members tried to find help. They went to the neighbourhood, yelling and screaming out loud for help, but there was no one there. It was like suddenly on that particular day, windows and doors were all shut tight. No one seemed to care for what happened to this family. For once, the family felt very, very disappointed to those people whom once they called friends, once they called friendly neighbours and once they call them brothers and sisters.

After realising that they were no match for the strangers and with no help from anyone near at that time, they decided to retreat and make a camp not far from the house. To them, they will do anything in order to retrieve back what belongs to them. But for the time being, they must gather strength so that one day, when the right time comes, the house will be come back to its rightful owner, if not him, his future generations.

Until now, after he passed away, his successor carried out his dream. Until now too, they still fought for this house who at reality and legally belongs to them. Until now too, for them, a lot has been sacrificed for this house. It’s not a matter of material but it’s more to a matter of pride and honour. How can someone accept being kicked out of his own house? And then was forced to acknowledge this proclaim house as some other person’s house? Naturally, anyone in this world would fight for what belongs to them. Anyone in this world would die for what they think it’s right. Thus, does this makes them a terrorist in their own property? In their own house? For their own belongings?

How about it? How would you feel, if it were to happen to you? How would you feel being sacked out of your own legal home? The home where you put your effort in, the home where it protects you, the home which belongs to your grandfathers who nurture it, care for it, and died to bring back its freedom for so many years. May be it's time for us to think back.

Wallahu'alam.

originated from ~Ku Seorang Pengembara~

Monday, June 08, 2009

The Soccer Kids~

بسم الله الرحمن الرحيم



Saya sangat suka memberikan satu analogi yang telah saya dengari daripada seorang tokoh yang cukup terkenal dalam dunia motivasi iaitu Dr. Danial Zainal Abidin berkaitan dengan bola sepak. Izinkan saya bercerita sedikit.

Al-kisah :

Satu hari, ada beberapa orang budak-budak kampung sedang bersiap sedia untuk bermain bola. Setiap petang budak-budak ini akan bermain bola bersama-sama di padang umum kampung mereka. Sedang mereka sedang gembira jalan bersama-sama menuju ke padang tersebut, mereka menjadi terperanjat kerana padang bola tersebut sedang dalam proses baik pulih. Gol di cabut dan padang dikuarantin oleh pihak berkuasa kerana ingin mencantikkan padang tersebut.

Bila melihat keadaan tersebut, kecewa lah budak-budak ini. Nak buat macam mana, padang dalam renovation, so tak dapat la budak-budak ini bermain. Kemudian, mereka berjalan pulang. Dalam perjalanan pulang, salah seorang daripada budak-budak ini terlihat satu area lapang yang cukup besar untuk bermain bola. Lantas dia memberikan cadangan kepada kawan-kawannya yang lain untuk bermain.

Pada mulanya, mereka macam agak bingung. Ye lah, nak bermain macam mana kalau tiada gol dan garisan out. So, dengan kebijaksanaan kawan mereka yang seorang ini, dia mencadangkan untuk menggunakan selipar sebagai golnya dan untuk game kali ini, tak payah main out. Yang penting team yang banyak gol menang.

So, kembali ceria lah budak-budak yang lain kerana dapat juga bermain bola petang tu. So, sebelum bermain, mereka telah mensettingkan gelanggan mereka. Gol diukur dengan baik supaya kedua-dua belah gol lebih kurang sama jaraknya antara satu selipar dengan yang lain. Kemudian strategi susunan pemain dirangka dan diposisikan. Penjaga gol, defender, wing dan juga striker semua dalam posisi. Tak lama kemudian, mereka mula bermain.

Selang masa berlalu, mereka bermain dengan sangat seronok dan bersemangat. Masing-masing memberikan kerjasama yang cukup mantap untuk menjaringkan gol. Kadang-kadang, terdapat juga pemain yang jatuh dan luka, tapi oleh kerana mindset hendak menjaringkan gol punya pasal, sakit yang sedikit diketepikan.

Akhirnya, permainan tamat. Tiada yang menang atau yang kalah sekalipun banyak gol yang berjaya budak-budak ini jaringkan. Ye lah, mereka bermain hanya untuk seronok-seronok dan untuk beriadhah la juga kot.

-Tamat-

Pernah atau tidak kita terfikir, kenapa kadang-kadang dalam kehidupan kita ini, terasa macam susah je nak lalui? Bahkan, ada kala tu, kita macam tak tahu nak buat apa and apa yang kita nak capai dalam kehidupan kita ini. Ada juga yang hidup kaya raya, senang, berkemampuan, tapi terasa juga kosong dalam jiwa mereka seolah-olah masih ada sesuatu yang besar, yang belum juga mereka berjaya capai. Kenapa ya?

Muhasabah kisah :

1. GOAL SETTING

Sebagai seorang muslim, Allah telah sebutkan tentang hakikat kejadian manusia ini.
"Aku tidak ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku" [Az-Zariyat, 51 : 56]
Matlamat pertama kejadian kita adalah untuk meng'abdikan diri pada Allah. Jangan jumudkan pemikiran bahawa ibadah itu hanya pada ketika solat, puasa, zakat dan haji. Itu hanyalah antara ibadah-ibadah khusus, yang mana ibadah umum adalah merangkumi semua perbuatan kita in an everyday life seperti makan, minum, tidur, berkerja, study, bercucuk tanam, berblogging dan sebagainya selagi mana ia tidak melanggar syara' dan diniatkan kerana Allah, maka insya Allah ia akan dianggap sebagai satu ibadah.

Bahkan matlamat kita yang kedua adalah untuk menjadi khalifah Allah di bumi ini. Seperti firmannya:
"Dan (ingatlah) ketika tuhanmu berfirman kepada para malaikat,' Aku ingin menjadikan khalifah di bumi.' " [Al-Baqarah , 2 : 30]
Kita diberi tanggungjawab untuk memakmurkan 'Alam ini dengan kalimat "laa ilaha illallah". Juga membawa "kesejahteraan" kepada seluruh pelosok bumi ini supaya setiap makhluk kembali seperti fitrah mereka.

2. STRATEGY & POSITIONING SETTING

In an everyday life, kita semua memerlukan perancangan awal untuk mencapai setiap matlamat kita. Andainya perancangan tidak dibuat, maka ia akan menyukarkan bahkan memustahilkan kita untuk mencapai matlamat kita. Bagaiman dengan perancangan yang rapi akan memudahkan gerak kerja kita. Tapi ada kalanya, perancangan kita pasti tidak akan mengikut kehendak kita. Tapi itulah lumrahnya perancangan. Kita merancang, Allah juga merancang tapi Allah lah sebaik-baik perancang [3:54] dan setiap apa yang Allah berikan, pasti ada hikmahnya untuk kita.

3. ACTION!!

Kemudian, setelah membuat perancangan, kita perlu bertindak. Nak bertindak macam mana? Kalau dalam kisah di atas, budak-budak kampung ini bermain dengan bersungguh-sungguh untuk menjaringkan "GOAL" walaupun ada yang cedera, maka dalam kehidupan kita juga perlu begitu. Berusaha dengan bersungguh-sungguh untuk mencapai matlamat kita. Ya, kadang kala, ada sahaja halangan yang datang, tapi halangan itu sepatutnya tidak menggugatkan semangat kita untuk mencapai matlamat kita. Kalau sekadar luka-luka kecil itu pun sudah membuatkan kita jadi lemah semangat, ini bermakna matlamat kita masih belum jelas.

Cuba bayangkan kalau budak-budak kampung tersebut tidak bersemangat untuk bermain, sudah tentu mereka tidak akan dapat menjaringkan "GOAL" kemudian, peluang untuk mereka KALAH akan lebih terbuka. Adakah kita nak "KALAH" dalam kehidupan kita ini? Cukup kah sekadar kita "BERMAIN" sahaja tapi tidak berjaya untuk jaringkan "GOAL"? Sesudah game itu tamat, adakah kita akan "PUAS" dan "GEMBIRA" dengan usaha kita?

4. WORK TOGETHER GUYS!!

Dan yang terakhir sekali daripada soccer kampung tersebut adalah TEAMWORK. Sememangnya dalam kehidupan kita ini, kita tak akan mampu untuk berkerja sendirian. Kita memerlukan bantuan daripada orang-orang lain. Tidak kira in any situation. Cuba bayngkan kalau lah dalam permainan budak-budak kampung tersebut, hanya ada seorang keeper sahaja, atau hanya ada wing, atau defender sahaja atau pun hanya ada striker sahaja. Mesti mereka akan menjadi sangat penat sebab kena cover satu area yang sangat luas serta susah untuk mereka menjaringkan "GOAL".

Selain daripada itu, bila kita berkerja dalam satu pasukan, akan wujud satu suasana ingat-mengingati antara satu sama lain. Kalau defender itu terlalu tinggi sangat bermain, maka seorang akan panggil dia untuk turun semula dan kembali kepada posisinya. Bila suasana ini ada, ia akan membantu meneguhkan defend sekali gus menyukarkan pihak lawan untuk menerobos pertahanan.

Bukankah dalam kehidupan kita ini, kita memerlukan teguran untuk membina dan membaiki diri?
"Demi masa, sesungguhnya manusia dalam kerugian kecuali mereka yang saling ingat-mengingati akan kebenaran dan saling ingat-mengingati akan kesabaran." [Al-'Asr, 103 : 1-3]
Secara kesimpulannya, banyak sebenarnya perkara dalam kehidupan ini yang Allah ciptakan untuk kita berfikir. Berfikir tentang kekuasaan-Nya, keagungan-Nya dan juga rahmatnya. Bahkan, bila mana kita berfikir tentang kejadian Allah, kita mengharapkan ia mendekatkan diri kita kepada Allah SWT.
"Sesungguhnya pada kejadian langit dan bumi, ada tanda-tanda (kekuasaan, kebijaksanaan, keluasan rahmat Allah) bagi orang-orang yang berakal." [Al-'Imran, 3 : 190]
Wallahu'alam.

Originated from ~Ku Seorang Pengembara~

Sunday, June 07, 2009

~Menjadi saksi yang benar~

BISMILLAH

Kisah :

Satu hari, ada seorang lelaki yang bernama si A sedang berjalan-jalan dibandar. Sambil dia berjalan-jalan, dia terlihat 2 orang lelaki iaitu si B dan si C sedang berkelahi atas sesuatu perkara yang tidak diketahui. Melihat keadaan ini, si A menjadi teruja untuk mengetahui apakah yang sedang berlaku. Sambil dia menghampiri si B dan si C itu, keadaan semakin hangat, lantas si B menikam si C di perut sebanyak 3 kali menggunkan pisau, lalu mengambil barang-barang milik si C dan terus melarikan diri tanpa menghiraukan si A.

Melihat keadaan ini, si A menjadi gementar dan takut. Tanpa berlengah, si A menelefon ambulans dan polis untuk memberitahukan keadaan.

Tak lama kemudian, si A dipanggil oleh mahkamah untuk memberikan keterangan sebagai satu-satunya saksi yang menyaksikan kejadian itu. Sebagai seorang yang menyaksikan kejadian, si A berusaha bersungguh-sungguh untuk memberitahu kepada hakim dan para juri tentang keadaan sebenar yang berlaku seperti mana apa yang dilihatnya. Bagi si A, dia inginkan si B ditahan atas kesalahan yang dilakukan dan memberikan keadilan kepada si C yang teranaiya.

Dengan bukti dan penjelasan yang jelas daripada si A, tak lama kemudian, si B berjaya di tangkap dan diadili. Dia juga dihukum atas kesalahannya.

-Tamat-

Itu adalah keadaan si A. Dia menjadi saksi kepada suatu kejadian. Bagaimana pula dengan kita? Kita yang menjadi saksi kepada suatu kebenaran? Suatu kebenaran yang hakiki yang disampaikan kepada kita melalui sebuah Kitab yang tiada keraguan padanya. Juga melalui seorang Rasul yang begitu tinggi pekertinya.

Bila mana kita mengatakan,

"Aku naik saksi bahawa tiada tuhan yang layak disembah melainkan Allah, dan aku naik saksi bahawa Nabi Muhammad itu pesuruh Allah."

Apakah tindakan kita? Adakah kita bertindak seperti si A? Berusaha bersungguh-sungguh untuk memberitahu kepada ummat tentang kebenaran yang kita saksikan ini? Atau kita sekadar menyembunyikan kebenaran ini? dan membiarkan ummat ini dengan segala kebatilan yang mereka fikir benar.

Kalau kita menyembunyikan kebenaran, maka ingatlah firman Allah SWT :

"Dan siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang menyembunyikan keterangan (saksi dan bukti) yang telah diberikan Allah kepadanya?" [2:140]
Adakah kita ingin menjadi orang-orang yang paling zhalim seperti yang Allah sebutkan dalam ayat di atas?

Tidak, dan sudah tentu tidak yang setegas-tegasnya. Kita ingin menjadi insan yang mulia. Kita ingin menjadi insan yang Allah muliakan kerana kebenaran yang kita miliki. Kita ingin Allah angkat derajat kita setinggi-tingginya dan menempatkan kita bersama-sama dengan para rasul dan syuhada' di syurga Allah nanti. Kita inginkan kebenaran tersemai dalam hati kita. Bagaimana?

Untuk itu, perlulah kita setting dalam diri, bahawa setiap kebenaran yang berjaya kita miliki dengan izin Allah, kita berhasrat nak kongsikan dengan sesiapa sahaja agar mereka juga turut memiliki dan mengerti kebenaran sepertimana yang kita miliki ini.

Firman Allah :

"Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (ummat Islam) "ummat pertengahan" agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu." [2:143]
Rasulluah SAW bersabda :
"Sampaikanlah daripadaku walau pun sepotong ayat."
Moga dengan kebenaran yang kita sampaikan akan menghasilkan kepada kemusnahan kebatilan [17:81] yang merosakkan akhlak dan menyongsangkan fitrah manusia. Moga suatu hari nanti, dunia ini akan kembali bersinar dengan cahaya Islam yang tersebar luas ke setiap pelosok bumi ini atas kesedaran kita untuk berkongsikan kebenaran yang hakiki ini.

Wallahu'alam.

--
'Asim 'Abdullah bin Ainullotfi
Bach. of Science (Remote Sensing)
University of Technology, Malaysia
Skudai.

Wednesday, July 09, 2008

Cuit SiKEt..

Perbaikikanlah mana yang sompek
Perbetulkanlah mana yang kurang
Cantikkanlah mana yang hodoh
Hebatkanlah mana yang lemah
muga kita sentiasa terserlah hebat jauh dari yang biasa.

masing2 ada kekuatan
masing2 ada kelemahan
masing2 ada kelebihan
masing2 ada kekurangan
yang kuat menampung yang lemah
yang lebih menokok pada yang kurang
yang kuat dan lebih jangan lokek utk menghulur
yang lemah dan kurang terimalah dengan penuh kesyukuran
yang kuat dan lebih jangan berasa sombong dan ujub
yang lemah dan kurang jangan pula berasa rendah hati.

masing2 ada perasaan
masing2 ada pemikiran
suka, seronok, duka dan hiba
kekadang datang secara tiba2
tak disuruh dan tak jua diminta
masing2 memerlukan antara satu sama lain
suka, duka, seronok dan hiba
kalau dapat digabung, akan bahagia tak terkata.

Cubit peha kanan, peha kiri terasa sakit
piat telinga kanan, telinga kira yang mula merah
luka ditangan kanan, tangan kiri yang pegang plaster.

Umur meningkat, kematangan kan menyerlah
memberi erti yang kita semakin dewasa
lambat laun kita kan jadi orang tua
tak lama, sekadar nantikan hari esok dan lusa
bukannya lama, hanya sekadar sedetik lamanya

jadi contoh pada adik2
jadi sebutan pada pak2 dan mak2
kita bahagia, orang lain gembira.
hidup kan terasa penuh bermakna.

Sayang semua
PakLong
8 Julai 2008

Friday, June 27, 2008

Ikhlas

Assalamualaikum

Malam semalam berkesempatan mendengar kuliah maghrib Ust Faizal Chek Al-Hafiz, imam masjid Jamek Taman Desa Jaya tentang bab ikhlas.Ada satu kisah....

Satu pagi Jibrail turun bertemu Rasulullah. Lebih kurang berbualan dan pertanyaan dari Jibrail kpd Rasulullah.. .

"Ya Rasulullah, Engkau tak solat subuh berjamaah dimasjidmu pagi ni tadi?" tanya Jibrail.


"Tidak, aku dan para sahabat solat berjamaah subuh dimasjidku seperti biasa, tetapi kenapa kau bertanya Ya Jibrail". jawab Rasulullah.

"Betul ke ada solat subuh berjamaah dilaksanakan pagi nie?". Jibrail minta kepastian.

"Ya, seperti selalunya, tetapi kenapa kamu bertanya". tanya Rasulullah kembali.

" Aku diberitau Allah, bahwa arashNya tidak bergegar seperti selalunya apabila azan dari Bilal berkumandang di waktu Subuh, ini menunjukkan seolah-olah solat subuh berjamaah tidak didirikan dimasjidmu pagi tadi seperti hari-hari sebelumnya" beritau Jibrail pada Rasulullah.

" Kenapa? minta kamu tanyakan pada Allah kenapa" pinta Rasulullah.

Maka bertanyalah Jibrail kepada Allah kenapa perkara tersebut berlaku. Allah memberitau Jibrail, bahwa sesungguhnya Rasulullah memang ada melaksanakan solat subuh berjamaah bersama para sahabat seperti biasa, tetapi laungan azan si Bilal yang biasanya akan menggegarkan arash Allah tidak berlaku seperti selalunya dipagi ini tadi. Kenapa? kerana dihati Bilal ada sedikit terdetik ketidak ikhlasan dia semasa melaungkan azan tersebut, maka azan subuhnya telah tidak dapat menggegarkan arash Allah seperti selalu.

Maka dimaklumkan hal yang telah berlaku ini oleh Jibrail kepada Rasulullah, dan Rasulullah seterusnya telah menyampaikannya kepada Bilal untuk Bilal memuhasabah dirinya kembali agar Bilal memohon ampun pada Allah.

Selepas peristiwa itu, Bilal telah meningkatkan keikhlasannya dalam melaksanakan apa jua urusan dan tugas, dan arash Allah selepas tu tidak pernah sunyi dari gegaran setiap kali Bilal melaungkan azannya.


Wallahu'alam.

Muga hati kita akan sentiasa dipenuhi dengan keikhlasan dari masa kesemasa, dari sekecil-kecil perkara sehingga kesebesar-besarnya. InsyaAllah. Muga kita sentiasa ditegur, dinasihati dan diperingatkan.

Muga Allah menerima segala amalan kita.

PakLong

Monday, June 04, 2007

AkU ORi bUkaN fOTokOpi (1)

Rambutmu tajam seperti duri
Cicak jatuh mesti mati
Konon punya gaya sendiri
Siapa tegur pun kau tak peduli
Kau memang suka bersubang
Di bibir, di pusat di dahi, di hidung
Buang masa merewang-rewang
Naik berang disuruh bertudung
Konon ori bukan fotokopi
konon ori bukan fotokopi
suruh solat pun tak reti
black metal,punk sampah
budaya barat bersepah-sepah
kadang-kadang rasa menyampah
ditegur dilarang buat tak endah
maksiat mungkar merata-rata
buang anak tak rasa berdosa
bukan niat nak kutuk mengata
kalau tak tegur bala menimpa
konon ori bukan fotokopi
konon ori bukan fotokopi
buat dosa tak sedar diri
cuba dikau sedarkan diri
jadilah ori bukan fotokopi
kembalilah segera pada ilahi
bimbang tak sempat bertaubat nanti
engkau aset agama dan negara
masa remaja hanya seketika
jangan habiskan bersuka sahaja
kelak menyesal tidak terkira
jadilah ori bukan fotokopi
jagalah maruah dan nilai diri
jadilah manusia yang dihormati
kita punya al-quran yang indah
tambah teguh dengan assunah
ikut ahli sunnah wal jamaah
jauhi ahli punnah wal ranah
jadilah remaja soleh wa musleh
tak perlu tiru budaya barat
buat baik tak toleh-toleh
nak jadi mulia ujiannya berat
aku ori bukan fotokopi
aku ori bukan fotokopi
kukasihkan Allah, kukasihkan Nabi
aku ori bukan fotokopi
aku ori bukan fotokopi
al-quran kujunjung tinggi-tinggi
aku ori bukan fotokopi
aku ori bukan fotokopi
demi Islam yang dicintai
aku ori bukan fotokopi
aku ori bukan fotokopi
akidahku jelas, tak perlu diragui
wahai remaja yang dikasihi
jadilah ori bukan fotokopi
Miliki jatidiri Islami
Impikan syurga setelahmati
Pesan akhir buat remaja
jangan disia usia muda
Ikutlah yang baik-baik sahaja
Kelak Allah ganjarkan syurga
Roha Hassan,
( Ramadhan 1427
030906



Saudari Roha Hassan ialah penulis buku 'Aku Ori Bukan Fotokopi'(AOBF) yang sedang hangat dipasaran...semoga perkongsiannya di dalam AOBF dapat ...' setting' niat ikhlas kita membimbing remaja, 'upgrade' teknik-teknik berdakwah dan menyantuni remaja, 'download' tips, nasihat dan ilmu untuk kita dan remaja, 'upload' usaha berlipat kali ganda demi generasi masa depan ini,' deleta' dosa-dosa gejala sosial dan top up nilai-nilai murni di dalam jiwa generasi soleh wa musleh, agar sama-sama boleh 'redeem' pahala sebanyak mungkin

Sunday, May 27, 2007

Renungan Pagi

Assalamu'alaykum warahmatullah semua warga KRj...

Aku senyum tatkala menulis secebis kata ini dalam ruangan siber pada pagi yang terang. Matahari melampiaskan cahayanya ke dalam bilikku. Menerangi dunia yang seakan baru terjaga dari tidurnya yang diselimuti malam gelita yang Allah sebutkan ianya sebagai pakaian buat kita [AnNaba':10].

Suasana pagi mencetus getaran keinginan untuk mengimbau kembali betapa besarnya ciptaan tuhan. Betapa hebat kekuasaan Ilahi. Tuhan yang empunya segala keagungan. Betapa suasana pagi sebegini memangkin kekuatan diri untuk cuba menghayati bait-bait petanda cintaNya dalam mengingatkan manusia bahawa Dialah ALLAH yang mentadbir 'alam melalui kehebatan ciptaanNya. Ciptaan yang tidak tertiru dek manusia yang serba kurangnya. Betapa suasana pagi mengajak minda berfikir, terawang-awang di celah awanan imaginasi. Memikirkan ayat-ayat suci dan menghubung dan mengait dengan kebesaran ilahi.


"Katakanlah (wahai Muhammad): Wahai Tuhan yang mempunyai kuasa pemerintahan! Engkaulah yang memberi kuasa pemerintahan kepada sesiapa yang Engkau kehendaki, dan Engkaulah yang mencabut kuasa pemerintahan dari sesiapa yang Engkau kehendaki. Engkaulah juga yang memuliakan sesiapa yang Engkau kehendaki dan Engkaulah yang menghina sesiapa yang Engkau kehendaki. Dalam kekuasaan Engkaulah sahaja adanya segala kebaikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.

Engkaulah (wahai Tuhan) yang memasukkan waktu malam ke dalam waktu siang dan Engkaulah yang memasukkan waktu siang ke dalam waktu malam. Engkaulah juga yang mengeluarkan sesuatu yang hidup dari benda yang mati dan Engkaulah yang mengeluarkan benda yang mati dari sesuatu yang hidup. Engkau jualah yang memberi rezeki kepada sesiapa yang Engkau kehendaki, dengan tiada hitungan hisabnya.
" [Ali 'Imran:26-27]
Betapa esanya Allah dalam segala sesuatu. Betapa Dia telah menceritakan kekuasaanNya. KemampuanNya untuk memberikan kekuasaan kepada sesiapa sahaja yang Dia suka. Betapa Dia mampu memuliakan sesiapa sahaja atau menjadikan sesiapa sahaja hina.

Betapa Dia memperlihatkan bahawa kekuasaan itu di tanganNya. Yang tidak mampu manusia rebut seandainya tidak memperolehi izinNya. Tidak mampu manusia lakukan bila tiada redhaNya. Ternukil dalam alQur'an tentang raja yang tak mampu berbuat apa tatkala Ibrahim (AS) mengesakan Tuhannya tuhan yang menerbitkan matahari dari timur dan dicabarnya raja untuk menerbitkan matahari dari barat [AlBaqarah:258].

Betapa Dia Maha menguasai sesuatu yang tidak mampu manusia lakukan, mentadbir proses siangnya malam, dan malamnya siang. Indahnya pagi dan petang, akibat dari peredaran masa ketentuanNya. Natijah dari tadbiranNya memasukkan siang ke dalam malam, dan malam ke dalam siang. Hebatnya Dia tatkala menjadi waktu itu asas perancangan manusia. Seakan jalan yang terturap buat manusia berjalan di atasnya. Mempermudahkan manusia merancang destinasi hidupnya.

Betapa hebatnya Tuhan, Allahu Rabbunaa. Yang menghidupkan yang mati dan mematikan yang hidup. Seperti yang terkisah tentang Nabi Ibrahim (AS) dan lelaki soleh yang bertanyakan tentang caranya Allah menghidupkan yang mati. Lalu Allah tunjukkan dua contoh; contoh keldai yang tinggal tulang dihidupkan kembali di hadapan lelaki soleh itu, dan contoh burung yang dicincang hadir kembali di sisi Ibrahim (AS) tatkala dia memanggilnya [AlBaqarah:259-260].

Subhana lLahi walhamdulillah walaa ilaaha illa lLahu walLahu akbar! Walaa hawla walaa quwwata illaa bilLahi l'aliyyi l'azhiim.

Allahua'lam... Aku menulis sekadar cetusan rasa dan secebis kata. Maka Allahlah yang maha memberi hidayah. Dan Dialah yang menurunkan ketenangan dalam jiwa resah menginginkan cintaNya.

SURE - SUkan REmaja 2009!!!